Dear Rodovidians, please, help us cover the costs of Rodovid.org web hosting until the end of 2025.
89.1% Complete
Gusti Pangeran Haryo Suryodipuro
Van Rodovid NL
Persoon:1604132
| CLAN: verzamelnaam voor 1 familie met diverse achternamen | Pakubuwono V |
| geslacht | man |
| Volledige naam bij geboorte | Gusti Pangeran Haryo Suryodipuro |
| Ouders
♂ Kanjeng Susuhunan Pakubuwono V / Raden Mas Sugandi (Sunan Sugih) [Pakubuwono] * 1785 † 5 september 1823 | |
van de grootouders tot en met de kleinkinderen
grootouders
grootouders
Ouders
geboorte: 28 juli 1796, Surakarta
Huwelijk: ♀ Ratu Kencana
Huwelijk: ♀ Ratu Paku Buwono
Huwelijk: ♀ Raden Ayu Retnodiluwih
titel: 14 juni 1830 - 28 juli 1858, Surakarta, Susuhunan Surakarta Ke-VII [1830–1858]
overlijden: 28 juli 1858, Surakarta
Huwelijk: ♀ Ratu Kencana
Huwelijk: ♀ Ratu Paku Buwono
Huwelijk: ♀ Raden Ayu Retnodiluwih
titel: 14 juni 1830 - 28 juli 1858, Surakarta, Susuhunan Surakarta Ke-VII [1830–1858]
overlijden: 28 juli 1858, Surakarta
geboorte: 20 april 1789, Surakarta
Huwelijk: ♀ Bendoro Raden Ajeng Ngaisah
titel: 17 augustus 1858, Surakarta, Susuhunan Surakarta Ke-VII
overlijden: 28 december 1861, Surakarta
Huwelijk: ♀ Bendoro Raden Ajeng Ngaisah
titel: 17 augustus 1858, Surakarta, Susuhunan Surakarta Ke-VII
overlijden: 28 december 1861, Surakarta
♀ R Ayu Malayasari
geboorte: Level 1 = putera ke 5 dari 12 putera R Adipati Brotodiningrat_(Bupati di Banyumas)
NB: Garwo ampeyan Kanjeng Susuhunan PB V, di Surakarta
Huwelijk: ♂ Kanjeng Susuhunan Pakubuwono V / Raden Mas Sugandi (Sunan Sugih)
Huwelijk: ♂ Kanjeng Susuhunan Pakubuwono V / Raden Mas Sugandi (Sunan Sugih)
Ouders
== 3 ==
geboorte: 26 april 1807, Surakarta
Huwelijk: ♀ Gusti Kanjeng Ratu Ageng
Huwelijk: ♀ Ratansari
titel: 15 september 1823 - 1830, Susuhunan of Surakarta
overlijden: 2 juni 1849, Ambon, Pakubuwana VI meninggal dunia di Ambon pada tanggal 2 Juni 1849. Menurut laporan resmi Belanda, ia meninggal karena kecelakaan saat berpesiar di laut. Pada tahun 1957 jasad Pakubuwana VI dipindahkan dari Ambon ke Astana Imogiri, yaitu kompleks pemakaman keluarga raja keturunan Mataram. Pada saat makamnya digali, ditemukan bukti bahwa tengkorak Pakubuwana VI berlubang di bagian dahi. Menurut analisis Jend. TNI Pangeran Haryo Jatikusumo (putra Pakubuwana X), lubang tersebut seukuran peluru senapan Baker Riffle. Ditinjau dari letak lubang, Pakubuwana VI jelas bukan mati karena bunuh diri, apalagi kecelakaan saat berpesiar. Raja Surakarta yang anti penjajahan ini diperkirakan mati dibunuh dengan cara ditembak pada bagian dahi.
Huwelijk: ♀ Gusti Kanjeng Ratu Ageng
Huwelijk: ♀ Ratansari
titel: 15 september 1823 - 1830, Susuhunan of Surakarta
overlijden: 2 juni 1849, Ambon, Pakubuwana VI meninggal dunia di Ambon pada tanggal 2 Juni 1849. Menurut laporan resmi Belanda, ia meninggal karena kecelakaan saat berpesiar di laut. Pada tahun 1957 jasad Pakubuwana VI dipindahkan dari Ambon ke Astana Imogiri, yaitu kompleks pemakaman keluarga raja keturunan Mataram. Pada saat makamnya digali, ditemukan bukti bahwa tengkorak Pakubuwana VI berlubang di bagian dahi. Menurut analisis Jend. TNI Pangeran Haryo Jatikusumo (putra Pakubuwana X), lubang tersebut seukuran peluru senapan Baker Riffle. Ditinjau dari letak lubang, Pakubuwana VI jelas bukan mati karena bunuh diri, apalagi kecelakaan saat berpesiar. Raja Surakarta yang anti penjajahan ini diperkirakan mati dibunuh dengan cara ditembak pada bagian dahi.
== 3 ==

