Dear Rodovidians, please, help us cover the costs of Rodovid.org web hosting until the end of 2025.

89.1% Complete

2. Sultan Trenggono / Sultan Alam Akbar III Demak Bintoro * 1483? † 1546

Van Rodovid NL

Persoon:188326
Ga naar: navigatie, zoek
CLAN: verzamelnaam voor 1 familie met diverse achternamen Raden Patah
geslacht man
Volledige naam bij geboorte 2. Sultan Trenggono / Sultan Alam Akbar III Demak Bintoro
andere bij deze persoon gebruikte namen Sultan Ahmad Abdul Arifin
Wiki-pagina Sultan Demak Bintara III_Raden Trenggono
[1][2][3]

Gebeurtenissen

1483? geboorte:

Huwelijk:

Huwelijk: 4.3.1.1.4. Kanjeng Ratu Pembayun [Azmatkhan]

Huwelijk: Puteri Kyai Ageng Malaka [Malaka]

1521 - 1546 titel: Demak Bintara, Sultan Demak III

1546 overlijden: Panarukan, Berita kematian Sultan Trenggana ditemukan dalam catatan seorang Portugis bernama Fernandez Mendez Pinto.

Notities

Sultan Trenggono adalah raja ketiga Kesultanan Demak yang memerintah tahun 1521-1546. Di bawah pemerintahannya, wilayah kekuasaan Demak meluas sampai ke Jawa Timur.

Silsilah Sultan Trenggono adalah putra Raden Patah pendiri Demak yang lahir dari permaisuri Ratu Asyikah putri Sunan Ampel. Menurut Suma Oriental, ia dilahirkan sekitar tahun 1483. Ia merupakan adik kandung Pangeran Sabrang Lor, raja Demak sebelumnya (versi Serat Kanda). Sultan Trenggono memiliki beberapa orang putra dan putri. Diantaranya yang paling terkenal ialah Sunan Prawoto yang menjadi raja penggantinya, Ratu Kalinyamat yang menjadi bupati Jepara, Ratu Mas Cempaka yang menjadi istri Sultan Hadiwijaya, dan Pangeran Timur yang berkuasa sebagai adipati di wilayah Madiun dengan gelar Rangga Jumena.

Sultan Trenggana Wafat / Mangkat Berita Sultan Trenggono wafat ditemukan dalam catatan seorang Portugis bernama Fernandez Mendez Pinto. Pada tahun 1546 Sultan Trenggono menyerang Panarukan, Situbondo yang saat itu dikuasai Blambangan. Sunan Gunung Jati membantu dengan mengirimkan gabungan prajurit Cirebon, Banten, dan Jayakarta sebanyak 7.000 orang yang dipimpin Fatahillah. Mendez Pinto bersama 40 orang temannya saat itu ikut serta dalam pasukan Banten. Pasukan Demak sudah mengepung Panarukan selama tiga bulan, tapi belum juga dapat merebut kota itu. Suatu ketika Sultan Trenggono bermusyawarah bersama para adipati untuk melancarkan serangan selanjutnya. Putra bupati Surabaya yang berusia 10 tahun menjadi pelayannya. Anak kecil itu tertarik pada jalannya rapat sehingga tidak mendengar perintah Trenggono. Trenggono marah dan memukulnya. Anak itu secara spontan membalas menusuk dada Trenggono memakai pisau. Sultan Demak itu pun tewas seketika dan segera dibawa pulang meninggalkan Panarukan.

Sultan Trenggana berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawah Sultan Trenggana, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana. Sultan Trenggana meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto

Bronnen

  1. Silsilah Keluarga - * PANCER = Raden Trenggono = Sultan Demak Bintoro s/d Kartosuro - Mataram
    • Buku Silsilah Paku Buwono Susuhunan Surakarta - Pustaka Sarasilah Paku Buwono Susuhunan Surakarta Hadiningrat ing Kraton Surakarta, Kateliti, kawedar lan kaserat dening Raden Mas Tumenggung Sumantri Hendrodipuro (alm), Raden Sukohardjo Hamungrahardjo (alm Sontoturonggo Kaliwon Panegar Gamel Kasunanan Surakarta / Komandan Pasukan Kavaleri Keraton Surakarta.
  2. Kepustakaan - • Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi • H.J.de Graaf dan T.H. Pigeaud. 2001. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Terj. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti • Hayati dkk. 2000. Peranan Ratu Kalinyamat di jepara pada Abad XVI. Jakarta: Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional • M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press • Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu • Slamet Muljana. 2005. Runtuhnya Kerajaan Jindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara (terbitan ulang 1968). Yogyakarta: LKIS • Winarsih Partaningrat Arifin. 1995. Babad Blambangan. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya • Yuliadi Soekardi. 2002. Nalusur Sejarahe Sunan Gunungjati. Dalam Majalah Panjebar semangat edisi 23-27 Surabaya
  3. Lainnya: Kesamaan pokok bahasan - http://id.rodovid.org/wk/Orang:26355

van de grootouders tot en met de kleinkinderen

 
== 1 ==
2. Sultan Trenggono / Sultan Alam Akbar III Demak Bintoro
geboorte: 1483?
Huwelijk:
Huwelijk: 4.3.1.1.4. Kanjeng Ratu Pembayun
Huwelijk: Puteri Kyai Ageng Malaka
titel: 1521 - 1546, Demak Bintara, Sultan Demak III
overlijden: 1546, Panarukan, Berita kematian Sultan Trenggana ditemukan dalam catatan seorang Portugis bernama Fernandez Mendez Pinto.
== 1 ==

Aspecten/acties
Persoonlijke instellingen
Andere talen