Pangeran Benawa / Sultan Prabuwijaya (AbdulHalim) † 1587

Van Rodovid NL

Persoon:332044
Ga naar: navigatie, zoek
CLAN: verzamelnaam voor 1 familie met diverse achternamen Sultan Hadiwijaya
geslacht man
Volledige naam bij geboorte Pangeran Benawa / Sultan Prabuwijaya
andere gebruikte achternamen AbdulHalim
Ouders

Kanjeng Sultan Hadiwijaya / Sultan Hadiwijoyo (Mas Karebet) [Pajang] † ~ 1582

3.4.1.1.2. Ratu Mas Cempaka [Demak]

Wiki-pagina wikipedia:Pangeran_Benawa
[1]

Gebeurtenissen

geboorte van kind: Pangeran Radin [Pajang]

geboorte van kind: Pangeran Hadipati Benowo II [Pajang]

geboorte van kind: Pangeran Haryo Wiromenggolo [Kajoran]

geboorte van kind: Dyah Banowati / Kanjeng Ratu Mas Hadi [Pajang]

geboorte van kind: Dyah Banowati / Kanjeng Ratu Mas Hadi [Pajang]

1582 beroep: Adipati Jipang Panolan

1586 - 1587 titel: Pajang, Sultan Pajang II bergelar Sultan Prabuwijaya

1587 overlijden: Pajang

Notities

Pangeran Benawa adalah raja ketiga Kesultanan Pajang yang memerintah tahun 1586-1587, bergelar Sultan Prabuwijaya. Silsilah Pangeran Benawa

Pangeran Benawa adalah putra Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir, raja pertama Pajang. Sejak kecil ia dipersaudarakan dengan Sutawijaya, anak angkat ayahnya, yang mendirikan Kesultanan Mataram.

Pangeran Benawa memiliki putri bernama Dyah Banowati yang menikah dengan Mas Jolang putra Sutawijaya. Dyah Banowati bergelar Ratu Mas Adi, yang kemudian melahirkan Sultan Agung, raja terbesar Mataram.

Selain itu, Pangeran Benawa juga memiliki putra bernama Pangeran Radin, yang kelak menurunkan Yosodipuro dan Ronggowarsito, pujangga-pujangga besar Kasunanan Surakarta.

Kisah Hidup Pangeran Benawa Pangeran Benawa dikisahkan sebagai seorang yang lembut hati. Ia pernah ditugasi ayahnya untuk menyelidiki kesetiaan Sutawijaya terhadap Pajang. Waktu itu Benawa berangkat bersama Arya Pamalad (kakak iparnya yang menjadi adipati Tuban) dan Patih Mancanegara.

Sutawijaya menjamu ketiga tamunya dengan pesta. Putra sulung Sutawijaya yang bernama Raden Rangga tidak sengaja membunuh seorang prajurit Tuban, membuat Arya Pamalad mengajak rombongan pulang. Sesampai di Pajang, Arya Pamalad melaporkan keburukan Sutawijaya, bahwa Mataram berniat memberontak terhadap Pajang. Sementara itu Benawa melaporkan kebaikan Sutawijaya, bahwa terbunuhnya prajurit Tuban karena ulahnya sendiri.

Sutawijaya akhirnya terbukti memerangi Pajang tahun 1582, dan berakhir dengan kematian Sultan Hadiwijaya. Pangeran Benawa yang seharusnya naik takhta disingkirkan oleh kakak iparnya, yaitu Arya Pangiri adipati Demak.

Benawa kemudian menjadi adipati Jipang Panolan. Pada tahun 1586 ia bersekutu dengan Sutawijaya untuk menurunkan Arya Pangiri dari takhta, karena kakak iparnya itu dianggap kurang adil dalam memerintah.

Dikisahkan, Arya Pangiri hanya sibuk menyusun usaha balas dendam terhadap Mataram. Orang-orang Demak juga berdatangan, sehingga warga asli Pajang banyak yang tersisih. Akibatnya, penduduk Pajang sebagian menjadi penjahat karena kehilangan mata pencaharian, dan sebagian lagi mengungsi ke Jipang.

Persekutuan Benawa dan Sutawijaya terjalin. Gabungan pasukan Mataram dan Jipang berhasil mengalahkan Pajang. Arya Pangiri dipulangkan ke Demak. Benawa menawarkan takhta Pajang kepada Sutawijaya. Namun Sutawijaya menolaknya. Ia hanya meminta beberapa pusaka Pajang untuk dirawat di Mataram.

Sejak itu, Pangeran Benawa naik takhta menjadi raja baru di Pajang bergelar Sultan Prabuwijaya.

Akhir Kesultanan PajangNaskah-naskah babad memberitakan versi yang berlainan tentang akhir pemerintahan Pangeran Benawa. Ada yang menyebut Benawa meninggal dunia tahun 1587, ada pula yang menyebut Benawa turun takhta menjadi ulama di Gunung Kulakan bergelar Sunan Parakan. Bahkan ada yang menyatakan bahwa Pangeran Benawa menuju ke arah barat dan membangun sebuah pemerintahan yang sekarang bernama Pemalang. Konon beliau juga meninggal di Pemalang, di desa Penggarit.

Sepeninggal Benawa, Kesultanan Pajang berakhir pula, dan kemudian menjadi bawahan Mataram. Yang diangkat menjadi bupati di Pajang ialah Pangeran Gagak Baning adik Sutawijaya. Setelah meninggal, Gagak Baning digantikan putranya yang bernama Pangeran Sidawini.

Bronnen

  1. Kepustakaan - * Andjar Any. 1980. Raden Ngabehi Ronggowarsito, Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu Andjar Any. 1979. Rahasia Ramalan Jayabaya, * Ranggawarsita & Sabdopalon. Semarang: Aneka Ilmu
    • Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi
    • H.J. de Graaf dan T.H. Pigeaud. 2001. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Terj. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
    • Moedjianto. 1987. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Yogyakarta: Kanisius
    • Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu

van de grootouders tot en met de kleinkinderen

grootouders
Ki Ageng Kebo Kenongo
geboorte: diputus ibunya : 25682
Huwelijk: Nyi Ageng Pengging
Pangeran Sabrang Lor / Dipati Unus (Raden Surya)
titel: 1518, Sultan Demak II
overlijden: 1521
3.4.1.1. Pangeran Hadipati Trenggono ? ((Sultan Trenggono))
geboorte: 1521
titel: <, Demak, Sultan Demak III bergelar Sultan Alam Akbar III
overlijden: 1548
grootouders
Ouders
Kanjeng Sultan Hadiwijoyo / Joko Tingkir
titel: 1568, Sultan Pajang
overlijden: 1582
3.4.1.1.3. Sunan Prawoto I
titel: 1546 - 1549, Demak
overlijden: 1549, Demak
Ratu Mas Pambayun
geboorte: Level 1 = Putera ke 2 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro
Huwelijk: Kyai Ageng Lang / Pangeran Langgar
Huwelijk: Kyai Ageng Lang / Pangeran Langgar
3. Sunan Prawoto / Panembahan Prawoto I (Sultan Mukmin)
Huwelijk:
titel: 1546 - 1549, Demak Bintoro, Sultan Demak IV
overlijden: 1549, Demak Bintoro
5. Retna Kencana / Ratu Mas Kalinyamat
geboorte: 1514, Demak Bintoro
Huwelijk: Pangeran Kalinyamat / Pangeran Toyib / Pangeran Tanduran / Tjie Bin Tang
titel: 10 april 1527 - 1536, Jepara, Kanjeng Ratu Kalinyamat
overlijden: 1579, Jepara, Dimakamkan di dekat makam Pangeran Kalinyamat di desa Mantingan.
9. Pangeran Timur / Pangeran Mas Kumambang (Rangga Jumena)
titel: Panembahan Mas -
beroep: 18 juli 1568 - 1586, Bupati Madiun Ke 1, Hari jadi Kabupaten Madiun
3.4.1.1.5. Ratu Mas Kalinyamat
overlijden: 1579, Mantingan
Ouders
 
== 3 ==
Pangeran Aryo Benowo / Abdulhalim
titel: Sultan Pajang II
Kanjeng Pangeran Haryo Sindusono
geboorte: Level 1 = Putera; Adalah trah urutan pertama/putera dari (pancer) Kanjeng Sultan Pajang / Joko Tingkir 1568-1582 );
Pangeran Benawa / Sultan Prabuwijaya (AbdulHalim)
beroep: 1582, Adipati Jipang Panolan
titel: 1586 - 1587, Pajang, Sultan Pajang II bergelar Sultan Prabuwijaya
overlijden: 1587, Pajang
== 3 ==
Kinderen
8. Panembahan Hadi Prabu Hanyokrowati / Raden Mas Jolang (Panembahan Seda ing Krapyak)
Huwelijk: Dyah Banowati / Kanjeng Ratu Mas Hadi
Huwelijk: Ratu Tulungayu
Huwelijk:
titel: 1601 - 1613, Kota Gede, Mataram, Sultan Mataram Ke 2 bergelar Sri Susuhunan Adi Prabu Hanyakrawati Senapati-ing-Ngalaga Mataram
overlijden: 1613
titel: 1613, "Anumerta Panembahan Seda ing Krapyak"
Pangeran Radin
geboorte: DIPUTUS AYAHNYA : 26361
Kinderen
kleinkinderen
4. Pangeran Arya Martapura / Adipati Martopuro (Raden Mas Wuryah)
geboorte: 1605, Kotagede
overlijden: 1688, Magelang
11. Gusti Ratu Wirokusumo
geboorte: Ing Djipang
Ratu Kulon / Kanjeng Ratu Batang
geboorte: Setelah Kanjeng Ratu Kulon (Cirebon) diusir dari Keraton, berubah nama menjadi Kanjeng Ratu Kulon
Huwelijk: 1. Sultan Agung / Raden Mas Djatmika (Raden Mas Rangsang)
Kanjeng Ratu Kulon [Gp.1] / Ratu Mas Tinumpak (Ratu Mas Ayu Sakluh)
Huwelijk: 1. Sultan Agung / Raden Mas Djatmika (Raden Mas Rangsang)
overlijden: 1653, Putri Panembahan Ratu (Sultan Cirebon Ke 4 setelah Sunan Gunung Jati)
1. Sultan Agung / Raden Mas Djatmika (Raden Mas Rangsang)
geboorte: 1593, Kuto Gede - Kesultanan Mataram
Huwelijk: Ratu Kulon / Kanjeng Ratu Batang
Huwelijk: Kanjeng Ratu Kulon [Gp.1] / Ratu Mas Tinumpak (Ratu Mas Ayu Sakluh)
Huwelijk: Mas Ayu Wangen
Huwelijk: Mas Ayu Sekar Rini
titel: 1613 - 1645, Mataram, SULTAN MATARAM KE 4 bergelar Panembahan Hanyakrakusuma atau Prabu Pandita Hanyakrakusuma
overlijden: 1645, Pajimatan Imogiri
Pangeran Pekik
Huwelijk: Ratu Pandansari / Ratu Mas Sekar
overlijden: 21 februari 1659, Kotagede Yogyakarta, Dimakamkan di Makam Banyusumurup, Imogiri
Ratu Pandansari / Ratu Mas Sekar
Huwelijk: Pangeran Pekik
overlijden: 21 februari 1659, Kotagede Yogyakarta, Dimakamkan di Pajimatan Imogiri
Raden Prasmo (Pangeran Cakraningrat I)
titel: Panembahan Madura I (Tahun 1624 - 1648)
Huwelijk: 6. Kanjeng Ratu Mas Sekar
kleinkinderen

Aspecten/acties
Persoonlijke instellingen
Andere talen