Bhre Pandansalas / Dyah Suraprabhawa (Bhre Tumapel Singhawikramawardhana / Brawijaya IV) † 1474

Van Rodovid NL

Persoon:329382
Ga naar: navigatie, zoek
CLAN: verzamelnaam voor 1 familie met diverse achternamen Majapahit Rajasa
geslacht man
Volledige naam bij geboorte Bhre Pandansalas / Dyah Suraprabhawa
andere gebruikte achternamen Bhre Tumapel Singhawikramawardhana / Brawijaya IV
Ouders

Girishawardhana Dyah Suryawikrama / Bhra Hyang Purwawisesa (Dyah Suryawikrama / Brawijaya III) [Majapahit Rajasa] † 1466

Wiki-pagina [[1]]

Gebeurtenissen

geboorte van kind: Raden Pamekas [Majapahit Girindrawardhana]

geboorte van kind: Raden Baribin ? (Arya Beribin, Majapahit Giriwardhana) [?]

geboorte van kind: Singawardhana Dyah Wijayakusuma / Bhre Pamotan II [Majapahit Rajasa]

geboorte van kind: Girindrawardhana Dyah Ranawijaya / Sri Wilwatikta (Brawijaya VI) [Singhawardhana] † 1527

geboorte van kind: Retno Palupi [Majapahit Girindrawardhana]

geboorte van kind: Retno Bukasri [Majapahit Girindrawardhana]

Huwelijk: Bhre Tanjungpura / Manggalawardhani Dyah Suragharini (Putri Junjung Buih/Putri Ratna Janggala Kadiri) [Majapahit Rajasa]

Huwelijk: Rajasawardhanadewi Dyah Sripura [Bhre Singhapura]

1466 - 1474 titel: Majapahit, Raja Majapahit X bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasutabhupati Ketubhuta (Brawijaya IV)

1474 overlijden: Didarmakan di Sri Wisnupura - Jinggan

Notities

Dyah Suraprabhawa adalah raja Majapahit yang memerintah tahun 1466-1474, bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasutabhupati Ketubhuta. Tokoh ini identik dengan Bhre Pandansalas dalam Pararaton yang naik takhta tahun 1466.

Bhre Pandansalas dalam Pararaton Dalam Pararaton ditemukan beberapa orang yang menjabat sebagai Bhre Pandansalas. Yang pertama adalah Raden Sumirat putra Raden Sotor (saudara tiri Hayam Wuruk). Raden Sumirat bergelar Ranamanggala menikah dengan Surawardhani adik Wikramawardhana. Dari perkawinan itu lahir Ratnapangkaja, Bhre Mataram, Bhre Lasem, dan Bhre Matahun. Ratnapangkaja kemudian kawin dengan Suhita (raja wanita Majapahit, 1427-1447).

Bhre Pandansalas yang pertama tersebut setelah meninggal dicandikan di Sri Wisnupura di Jinggan.

Bhre Pandansalas yang lain diberitakan menjadi Bhre Tumapel, kemudian menjadi raja Majapahit tahun 1466. Istrinya menjabat Bhre Singhapura, putri Bhre Paguhan, putra Bhre Tumapel, putra Wikramawardhana.

Diberitakan dalam Pararaton, setelah Bhre Pandansalas menjadi raja selama dua tahun, kemudian pergi dari istana anak-anak Sang Sinagara, yaitu Bhre Kahuripan, Bhre Mataram, Bhre Pamotan, dan yang bungsu Bhre Kertabhumi.

[sunting] Kematian Suraprabhawa Dyah Suraprabhawa yang dianggap identik dengan Bhre Pandansalas, tercatat namanya dalam prasasti Waringin Pitu (1447) sebagai putra bungsu Dyah Kertawijaya. Istrinya bernama Rajasawardhanadewi Dyah Sripura yang identik dengan Bhre Singhapura. Peninggalan sejarah Suraprabhawa setelah menjadi raja berupa prasasti Pamintihan tahun 1473.

Pararaton tidak menyebutkan dengan pasti kapan Bhre Pandansalas alias Suraprabhawa meninggal. Ia hanya diberitakan meninggal di dalam keraton, dan merupakan paman dari Bhre Kertabhumi.

Tahun kematian Suraprabhawa kemudian ditemukan dalam prasasti Trailokyapuri yang dikeluarkan oleh Girindrawardhana Dyah Ranawijaya. Menurut prasasti tersebut, Suraprabhawa alias Singhawikramawardhana meninggal tahun 1474.

Girindrawardhana yang menjadi raja Majapahit tahun 1486 mengaku sebagai putra Singhawikramawardhana. Hal ini dapat diperkuat adanya unsur kata Giripati dalam gelar abhiseka Singhawikramawardhana yang sama artinya dengan Girindra, yaitu raja gunung.

Jadi, pemerintahan Dyah Suraprabhawa Singhawikramawardhana berakhir tahun 1474 dan digantikan oleh keponakannya, yaitu Bhre Kertabhumi putra Rajasawardhana, yang sebelumnya pergi meninggalkan istana bersama ketiga kakaknya. Meskipun tidak disebut dengan jelas dalam Pararaton, dapat dipastikan Bhre Kertabhumi melakukan kudeta terhadap Dyah Suraprabhawa karena ia sebagai putra Rajasawardhana, merasa lebih berhak atas takhta Majapahit dibanding pamannya itu.

Pararaton memang tidak menyebut dengan jelas kalau Bhre Kertabhumi adalah raja yang menggantikan Bhre Pandansalas Dyah Suraprabhawa. Justru dalam kronik Cina dari Kuil Sam Po Kong, diketahui kalau Kung-ta-bu-mi adalah raja Majapahit yang memerintah sampai tahun 1478.


van de grootouders tot en met de kleinkinderen

grootouders
Manggalawardhani / Bhre Tanjungpura (Dyah Suragharini / Putri Junjung Buih)
Huwelijk: Raden Rajasawardhana Dyah Wijayakumara/ Brawijaya II
titel: 1447, Menurut prasasti Waringin Pitu, Dyah Wijayakumara memiliki istri bernama Manggalawardhani Bhre Tanjungpura. Dari perkawinan itu lahir dua orang anak, yaitu Dyah Samarawijaya dan Dyah Wijayakarana.
grootouders
Ouders
Girishawardhana Dyah Suryawikrama / Bhra Hyang Purwawisesa (Dyah Suryawikrama / Brawijaya III)
titel: 1456 - 1466, Prabu Majapahit XI bergelar Brawijaya III
overlijden: 1466
Ouders
 
== 3 ==
? Brawijaya IV
geboorte:
Bhre Pandansalas / Dyah Suraprabhawa (Bhre Tumapel Singhawikramawardhana / Brawijaya IV)
Huwelijk: Bhre Tanjungpura / Manggalawardhani Dyah Suragharini (Putri Junjung Buih/Putri Ratna Janggala Kadiri)
Huwelijk: Rajasawardhanadewi Dyah Sripura
titel: 1466 - 1474, Majapahit, Raja Majapahit X bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasutabhupati Ketubhuta (Brawijaya IV)
overlijden: 1474, Didarmakan di Sri Wisnupura - Jinggan
== 3 ==
Kinderen
Raden Pamekas
geboorte:
Girindrawardhana Dyah Ranawijaya Bhre Kertabhumi
titel: Prabu Majapahit bergelar Brawijaya VI
Girindrawardhana Dyah Wijayakusuma / Bhre Keling
titel: Raja Majapahit ke 12, Th.14.. s/d 1486 Ms
Girindrawardhana Dyah Ranawijaya / Sri Wilwatikta (Brawijaya VI)
titel: 1478 - 1498, Prabu Majapahit XII bergelar Prabhu Natha Girindrawardhana (Brawijaya VI)
overlijden: 1527
Kinderen
kleinkinderen
kleinkinderen

Aspecten/acties
Persoonlijke instellingen
Andere talen